Anak-anak SanTri (sebutan untuk kelas kami), masing-masing sibuk memutar otak dan berkreasi membentuk konsep mading. Tema mading yang dilombakan adalah Make People Laugh. Kami pun sepakat memberikan judul Alay TV untuk mading kami. Konsepnya begini, semua anak-anak SanTri harus berdandan alay. Ada yang mengenakan kemeja panjang ala jadul dipadu dengan rok ceria. Kemudian memakai kacamata lensa bolong berframe besar. Semua punya style-nya sendiri-sendiri. Wali kelas SanTri, Ibu Medina Andini juga ikutan berdandan alay. Selesai dandan kami berfoto-foto ria. Nah, artikel dan foto-foto alay itu nanti akan ditempel di atas gabus yang dimodel televisi.

Menggarap mading dalam waktu kurang dari 1 minggu sangatlah singkat bagi Santri. Dan pastinya akan menyita banyak tenaga juga. Capek dan rasa jengkel itu sudah biasa dirasakan ketika teman-teman mengejar deadline pengumpulan mading yang dilombakan. Kegiatan ini ternyata justru bernilai plus-plus bagi salah seorang siswa SanTri yang bernama lengkap Ganda Septian Putra, panggil saja Ganda. Iseng-iseng mencuri gambar teman-teman yang sedang berpose jelek, pemain basket inti SMA Khadijah Surabaya ini mengaku sangat terobsesi menjadi fotografer, setelah dia melihat hasil potretannya sendiri. Seakan baru pertama kali memotret, dia terkagum-kagum "Wah asyik ya. Ini kameranya yang bagus atau modelnya, atau aku emang aku yang bakat ? Haha jadi pengen punya SLR".
Esoknya (6/10) Ganda meminjam buku Tita kelas 11 Ipa 2 yang juga hobi fotografi dengan judul Dari Hobi Jadi Profesi. Ganda tampaknya benar-benar ingin lebih mahir memotret.

0 comments:
Post a Comment